REYHANLI (Arrahmah.com) – Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad
Al-Qaeda menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah untuk
melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu
(7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah
tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan
bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan
terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh
para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin
terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas
“rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC
bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga
Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka
“biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke
Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan
untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis
mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal
dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa
di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah
bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade
tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang
disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan
pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah
untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad.
sumber : http://www.arrahmah.com/news/2013/12/07/pejuang-asing-jaringan-al-qaeda-terorganisir.html
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/07/pejuang-asing-jaringan-al-qaeda-terorganisir.html#sthash.z82BX0bO.dpuf
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/07/pejuang-asing-jaringan-al-qaeda-terorganisir.html#sthash.z82BX0bO.dpuf
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/07/pejuang-asing-jaringan-al-qaeda-terorganisir.html#sthash.z82BX0bO.dpuf
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/07/pejuang-asing-jaringan-al-qaeda-terorganisir.html#sthash.z82BX0bO.dpuf
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Pejuang asing jaringan al- Qaeda kini menjadi semakin terorganisir
Sabtu, 4 Safar 1435 H / 7 Desember 2013 20:35
REYHANLI (Arrahmah.com)
– Pejuang asing yang bergabung dengan kelompok jihad Al-Qaeda
menggunakan “rumah aman” di Turki selatan untuk menyeberang ke Suriah
untuk melawan pasukan pemerintah, sebagaimana dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (7/12/2013).
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)
Seorang pria, yang membangun sebuah tempat seperti rumah di dekat kota perbatasan Reyhanli di Turki, mengatakan bahwa lebih dari 150 orang telah menggunakan tempat tersebut dalam tiga bulan terakhir ini.
Rute melalui Turki digunakan oleh para pejuang asing yang bergabung dengan al- Qaeda, yang kini menjadi semakin terorganisir.
Orang yang bertanggung jawab atas “rumah aman” dekat Reyhanli tersebut mengatakan kepada Richard Galpin dari BBC bahwa “lebih dari 150 orang tinggal di rumah” dalam 90 hari terakhir.
“Antara 15 dan 20 adalah warga Inggris. Ini semua dilakukan melalui undangan dari teman”.
Dia menambahkan bahwa mereka “biasanya tinggal selama satu atau dua hari sebelum mereka menyeberang ke Suriah, dan tinggal kembali di sana ketika mereka sedang menunggu penerbangan untuk kembali ke negara asal mereka”.
Salah satu pejuang dari Prancis mengatakan kepada wartawan BBC bahwa “ada ribuan dari kita, yang berasal dari seluruh penjuru dunia.”
“Dan kita semua adalah al- Qaeda,” tambahnya.
Salah seorang mantan mahasiswa di Perancis yang tergabung dalam kelompok tersebut mengatakan bahwa ia telah bergabung dengan sebuah brigade yang memiliki 8.000 orang anggota tersebut.
Dia menambahkan bahwa brigade tersebut baru-baru ini telah berjanji setia kepada organisasi Islam yang disebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Sejak setahun yang lalu, ribuan pejuang asing, termasuk sekitar 300 warga Inggris, telah berangkat ke Suriah untuk berjuang melawan pasukan Presiden Bashar al – Assad. (ameera/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar